Shalat
Sunnat Tasbih disebut demikian karena di dalamnya dibacakan tasbih, sehingga dalam 4 (empat) rakaat berjumlah 300
(tiga ratus) tasbih. Shalat Tasbih ini sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW
untuk diamalkan, kalau bisa setiap malam, kalau tidak bisa tiap malam maka
sekali seminggu, kalau juga tidak sanggup sekali seminggu, dapat juga dilakukan
sebulan sekali atau setahun sekali dan kalau tidak bisa sekali setahun,
setidak-tidaknya sekali seumur hidup.
Rosulullah SAW
bersabda :
“Hai
Abbas ! Wahai paman ! Sukakah kamu apabila aku beri, maukah kamu apabila aku
pameri, bolehkan (kiranya) aku memberi petunjuk kepadamu yaitu : Sepuluh hal
yang penting, yang apabila kamu lakukan akan diampuni Allah dosamu, yang awal
dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang disengaja maupun tidak, yang
kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nyata. Sepuluh hal yang
penting yaitu : Agar kamu melakukan Shalat empat rakaat, membaca dalam
tiap-tiap rakaat surah Al-Fatihah dan surah lainnya apa saja, apabila selesai
dari yang dibaca itu (yakni surah), dalam rakaat pertama, bacalah dalam berdiri
“Subhanallahi wal hamdulillahi walaa ilaaha
illallaahu wallaahu akbar”, lima belas kali lalu ruku’ dan bacalah kamu
dalam ruku’ sepuluh kali tasbih. Lalu angkat kepalamu dari ruku’ (I’tidal) dan
bacalah tasbih sepuluh kali. Lalu turun bersujud dan bacalah dalam sujud
sepuluh kali tasbih. Lalu angkat kepalamu dari sujud (duduk antara dua sujud)
dan bacalah sepuluh kali tasbih. Lalu sujud lagi dan ucapkanlah sepuluh kali
tasbih. Lalu angkat kepalamu (dari sujud) dan ucapkanlah sepuluh kali tasbih.
Ini jumlahnya tujuh puluh lima dalam tiap-tiap satu rakaat. Apabila kamu dapat
melakukan shalat ini dalam sehari sekali maka lakukanlah, dan apabila tidak
maka dalam tiap-tiap jum’at sekali. Apabila tidak dapat maka dalam sebulan
sekali, apabila tidak dapat maka dalam seumur hidup sekali. (HR. Ibnu Majah)
Saudaraku, sesama Muslim.
Shalat Sunnat Tasbih kalau dikerjakan pada siang hari hendaklah
dikerjakan 4 (empat) rakaat dengan satu salam. Tetapi apabila dikerjakan pada
malam hari hendaklah 4 (empat) rakaat itu dijadikan 2 (dua) salam. Sesuai yang
diterangkan oleh Rosulullah SAW : “Shalat malam itu, dua-dua.” (HR. Ahmad,
Bukhari dan Muslim)
Tata Cara Shalat Tasbih
1.
Mengucapkan niat
Shalat Sunnat Tasbih :
a) Siang, 4
rakaat (langsung) : Ushalli sunnatattasbiih arba’a roka’aatiin lillaahii ta’ala
b) Malam, 2
rakaat-2 rakaat : Ushalli
sunnatattasbiih rok’atayni lillaahii ta’ala
2.
Berdiri lurus
menghadap kiblat, lantas ucapkan niat. Setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama,
maka bacalah Tasbih 15 kali dengan tasbih sebagai berikut :
Subhaanallaahi
wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
“Maha Suci Allah,
segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali
hanya
Allah yang Maha Besar.”
3. Ketika Ruku’, setelah bacaan ruku’ bacalah
tasbih 10 kali.
4. Ketka I’tidal, setelah membaca do’a I’tidal,
bacalah tasbih 10 kali.
5. Ketika sujud, setelah bacaan sujud, bacalah
tasbih 10 kali.
6. Ketika duduk antara dua sujud, setelah
membaca bacaan duduk antara dua sujud, bacalah
tasbih
10 kali.
7. Ketika sujud yang kedua, setelah bacaan
sujud, bacalah tasbih 10 kali.
8. Pada sujud kedua setelah selesai membaca
tasbih 10 kali, lantas sebelum berdiri ke rakaat
kedua,
hendaknya duduk istirahat lalu sambih duduk istirahat itu membaca tasbih 10
kali.
Demikian pelaksanaan pada rakaat pertama, yang apabila dihitung
bacaan tasbihnya berjumlah 75 kali, kalau dikerjakan 4 rakaat, menjadi : 75 x 4
= 300 tasbih.
Dikutip dari “FIQIH” Oleh : Drs. H. Moh. Rifai, “RAHASIA SHALAT SUNNAT” Oleh : A Manan “KUMPULAN SHALAT SUNNAT” Oleh : A. Aminudin.
Dapat juga dilihat di website www.hajisunaryo.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar