Sabtu, 02 Juni 2012

CIRI CIRI SEDANG MENGALAMI SAKARATUL MAUT


Mengetahui tentang cirri-ciri seseorang sedang Sakaratul maut sangat penting. kita sangat memerlukannya karena bahagia atau tidaknya seseorang diakhirat nanti juga ditentukan oleh saat-saat ketika seseorang sedang menghadapi ajalnya seperti dikatakan dalam hadits: “Siapa yang akhir ucapannya: “Laa Ilaaha Illallah” dia akan masuk syurga“. Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah, Lihat Shahih Tirmidzi 3/152 dan Shahih Ibnu Majah:2/317.                                                                                 Seandainyaorang yang sedang sakaratul maut itu adalah teman kita, saudara kita atau orang tua kita maka kewajiban kita adalah mentalqinnya. Berdasarkan ilmu ciri-ciri orang yang sedang mengalami sakaratul maut dengan kematian normal (Bukan karena kecelakaan):


1.Nafasnya cepat dan dangkal (agak mirip orang yang sedang lari marathon) dan agak mendengkur;
2.Suhu tubuh tiba-tiba naik diikuti frekuensi denyut jantung yang semakin cepat, lalu kemudian menjadi dingin diikuti menurunnya frekuensi denyut nadi;
3.Mengalami perasaan resah dan gelisah yang sangat disertai bercucurannya keringat;
4.Tangannya kebiru-biruan, mendinginnya sekujur tubuh yang dimulai dari bagian kaki lalu seluruh tubuh;
5.Mulutnya mengeluarkan kata-kata yang paling sering ia katakan. Misalnya, “Allah,,,Akbar” (Ini, kalau dia adalah orang yang rajin berdzikr), atau mengatakan perkataan yang kotor seperti “Anjing”, dan lain-lain.
6.Penginderaan dan gerakan menghilang secara berangsur-angsur yang dimulai pada anggota gerak paling ujung khususnya pada ujung kaki, tangan, ujung hidung yang terasa dingin dan lembab,
7.Kulit nampak kebiru-biruan kelabu atau pucat.
8.Menurunnya tekanan darah, peredaran darah perifer menjadi terhenti dan rasa nyeri bila ada biasanya menjadi hilang. Kesadaran dan tingkat kekuatan ingatan bervariasi tiap individu. Otot rahang menjadi mengendur, wajah pasien yang tadinya kelihatan cemas nampak lebih pasrah menerima.

Setelah kita mengetahui ciri-ciri orang yang sedang sekarat diatas, maka kewajiban kita adalah mentalqin (membisikan, membimbing mengucapkah “Laa Ilaaha Illallah” atau kalimat syahadat.

Melihat batapa sakitnya sakaratul maut maka bagi sseorang yang mengalami sakit keras hendaknya dilakukan hal-hal antara lain :
           
1. Di bimbing agar berbaik sangka kepada Allah SWT. Rasulullah SAW  bersabda : “Jangan sampai seorang dari kamu mati kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah” selanjutnya Ibnu Abas berkata ”Apabila kamu melihat seseorang menghadapi maut, hiburlah dia supaya bersangka baik pada Tuhannya dan akan berjumpa dengan Tuhannya itu”(HR: Muslim )

2. Hendaklah mendo’akannya dan mengucapkan kata-kata yang baik. Dari Ummu Salamah berkata : Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kalian mendatangi orang yang sedang sakit atau orang yang hampir mati, maka hendaklah kalian mengucapkan perkataan yang baik-baik karena para malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan.”

3. Membasahi kerongkongannya dengan air. Karena bisa saja kerongkongannya kering karena rasa sakit yang menderanya, sehingga sulit untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. (Al-Mughni : 2/450 milik Ibnu Qudamah)


Akhirnya, kematian adalah rahasia Allah. Mungkin saja ternyata kitalah yang akan mengalaminya, maka carilah teman yang faham agama yang bisa membimbing kita saat kita menghadapi kematian, bukannya mencari teman yang suka bermaksiat karena teman seperti itu hanya akan membawa bencana untuk kita. Semoga bermanfaat

2 komentar:

Anonim mengatakan...

saya ingin bertanya, apa perbedaan orang yg mengalami sakaratul maut dan yg tidak mengalaminya ? seperti org yg meninggal mendadak krn serangan jantung. terima kasih. mohon jawabannya.

Anonim mengatakan...

assalamu 'alaikum wr wb.
yang ingin saya tanya, apakah semua yg meninggal pada malam jumat atau hari jum'at InsyaAllah masuk surga ? krn meninggal pada waktu tsb adalah salah satu ciri husnul khatimah. terima kasih.