Selasa, 04 Februari 2014

HAKEKAT, CIRI DAN KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR

Makalah untuk Disampaikan dalam Perkuliahan Pendidikan Profesi Guru PAI Angkatan II 2013/ 2014

DOSEN INSTRUKTUR :
 DR. SITI FATIMAH, M. Pd


Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan, sehingga makalah yang berjudul  “Hakikat, Ciri, dan Komponen  Belajar Mengajar”  ini dapat diselesaikan. Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw, para sahabatnya, keluarganya, dan sekalian umatnya hingga akhir zaman.

Dengan segala kemampuan penulis yang terbatas, makalah ini mencoba menguraikan tentang hakikat, ciri-ciri, serta komponen-komponen apa saja yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Dan dengan adanya makalah ini penulis berharap sedikit membantu para pembaca dan penulis sendiri dalam proses belajar dan mengajar.

Sebagai calon pendidik profesional hendaknya kita lebih memahami bagaimana hakekat dan Ciri serta Komponen  Belajar Mengajar, namun demikian, apabila dalam makalah ini dijumpai kekurangan dan kesalahan baik dalam pengetikan maupun isisnya, maka penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Dr. Siti Fatimah, M.Pd Tutot/ Instuktur dalam Mata Kuliah Pengembangan Strategi Pembelajaran juga kepada semua Peserta PPG PAI yang akan bersama-sama mewujudkan tercapainya tujuan perkuliahan Pengembangan Strategi Pembelajaran. Semoga makalah yang sederhana ini bermanfaat.
 Amin yaa rabbal alamin.


PENDAHULUAN

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan edukatif yang mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Dan interaksi tersebut dikarenakan adanya belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. 

Masalah yang cukup sulit dihadapi oleh seorang guru adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai anak didik secara tuntas. Dengan kata lain, sebagai seorang guru dituntut untuk bisa menentukan metode penyampaian bahan pelajaran yang terbaik  kepada anak didiknya. Karena metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar maka diperlukan pemahaman tentang Hakekat, ciri dan komponen- komponen yang harus terpenuhi dalam proses belajar mengajar.

Keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) akan ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, ini berarti, tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan menggunakan metode yang tepat. Dengan tercapainya tujuan pembelajaran, maka dapat dikatakan bahwa guru telah berhasil dalam proses belajar mengajar (KBM).




PEMBAHASAN
A.   Hakikat Belajar Mengajar

Dalam kehidupan kita sehari-hari hampir tidak pernah terlepas dari kegiatan belajar, baik ketika seseorang melaksanakan aktivitas sendiri atau berkelompok. Karena belajar merupakan kegiatan penting setiap orang, termasuk didalamnya belajar bagaimana seharusnya belajar. Sedangkan mengajar dapat diartikan sebagai suatu keadaan atau suatu aktivitas untuk menciptakan suatu situasi yang mampu mendorong siswa untuk belajar.[1]

Dalam kehidupan belajar mengajar, anak adalah sebagai subjek dan objek dari kegiatan pengajaran. Karena itu, inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai tujuan pengajaran.

Kegiatan mengajar bagi seorang guru menghendaki hadirnya sejumlah anak didik, berbeda dengan belajar, belajar tidak selamanya memerlukan kehadiran seorang guru. Sedangkan mengajar pasti merupakan kegiatan yang mutlak memerlukan keterlibatan anak didik. Karena itu, belajar dan mengajar merupakan istilah yang sudah baku dan menyatu di dalam konsep pengajaran.

Guru yang mengajar dan anak didik yang belajar adalah dwi tunggal dalam perpisahan jiwa raga bersatu antara guru dan anak didik.

Sama halnya dengan belajar, mengajar pun pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu suatu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar. Pada tahap berikutnya mengajar adalah proses memberikan bimbingan/bantuan kepada anak didik dalam dalam melakukan proses belajar. (Nana Sudjana,1991:29)   
Akhirnya, bila hakikat belajar adalah “perubahan”, maka hakikat mengajar adalah proses “pengaturan” yang dilakukan oleh guru.[2]

B.     Ciri Belajar Mengajar

Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memeroleh seusuatu yang ada di lingkungan sekitar.[3]

Karena itu, sebagai suatu proses pengaturan, kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari ciri tertentu, yang menurut Edi Suardi sebagai berikut:

1.      Belajar mengajar memiliki tujuan, yakni untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembanagan tertentu
2.      Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan, didesain untuk mencapai tujuan yang telah          ditetapkan
3.      Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus
4.      Ditandai dengan aktivitas anak didik
5.      Dalam kegiatan balajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing
6.      Dalam kegiatan balajar mengajar membutuhkan kedisiplinan
7.      Ada batas waktu
8.      Evaluasi

C.    Komponen-komponen Belajar Mengajar

Sebagai suatu sistem tentu saja kegiatan mengajar mengandung sejumlah komponen yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan balajar mengajar, metode, alat dan sumber, serta evaluasi. Penjelasan dari setiap komponen tersebut adalah sebagai berikut:
  
1.      Tujuan
Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan. Tidak ada suatu kegiatan yang diprogramkan tanpa tujuan, karena tanpa tujuan adalah suatu hal yang tidak memiliki kepastian dalam menentukan ke arah mana kegiatan itu akan dibawa. Tujuan dalam pendidikan dan pengajaran adalah suatu cita-cita yang bernilai normatif. Dengan kata lain, dalam tujuan terdapat sejumlah nilai yang harus ditanamkan kepada anak didik. Nilai-nilai itu nantinya akan mewarnai cara anak didik bersikap dan berbuat dalam lingkungan sosialnya.

Ny. Dr. Roestiyah, N.K. (1989:44) mengatakan bahwa suatu pengajaran adalah deskripsi tentang penampilan perilaku (perfomance) murid-murid yang kita harapkan setelah mereka mempelajari bahan yang kita ajarkan. [4]

2.      Bahan Pelajaran
Bahan pelajaran adalah sustansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Tanpa bahan pelajaran proses balajar mengajar tidak akan berjalan. Karena itu, guru yang akan mengajar pasti memiliki dan menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikan pada anak didik.[5] Bahan pelajaran merupakan komponen yang tidak bisa diabaikan dalam pengajaran, sebab bahan adalah initi dalam proses belajar mengajar yang akan disampaikan kepada anak didik.

3.      Kegiatan Belajar Mengajar
        Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, kegiatan belajar mengajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.

4.      Metode
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir.[6] Ada berbagai metode pengajaran yang perlu dipertimbangkan dalam strategi belajar mengajar. Ini perlu, karena ketepatan metode akan memengaruhi bentuk strategi belajar mengajar.[7]

5.      Alat
Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Alat dapat dibagi menjadi dua macam yaitu alat dan alat bantu pengajaran. Alat adalah berupa suruhan, perintah, larangan, dan sebagainya. Sedangkan alat bantu pengajaran adalah berupa globe, papan tulis, batu tulis, batu kapur, gambar, diagram, slide, video, dan sebagainya.




6.      Sumber Pelajaran
Sumber pelajaran merupakan bahan atau materi untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal baru bagi si pelajar. Sebab, pada hakikatnya belajar adalah untuk mendapatkan hal-hal  baru (perubahan).

7.      Evaluasi
Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauh mana tujuan telah tercapai. Karena itu di dalam menyusun evaluasi hendaknya memperhatikan secara seksama rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan harus dapat mengukur sejauh mana proses pembelajaran telah dilaksanakan.[8]


KESIMPULAN

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan edukatif yang mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Dan interaksi tersebut dikarenakan adanya belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Akhirnya, bila hakikat belajar adalah “perubahan”, maka hakikat mengajar sebagai suatu “proses pengaturan” yang dilakukan oleh guru.
Menurut Edi Suardi ciri belajar mengajar adalah sebagai berikut:

1.      Belajar mengajar memiliki tujuan.
2.      Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang terencana.
3.      Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus.
4.      Ditandai dengan aktivitas anak didik
5.      Dalam kegiatan balajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing
6.      Dalam kegiatan balajar mengajar membutuhkan kedisiplinan
7.      Ada batas waktu
8.      Evaluasi

Komponen – komponen belajar mengajar  adalah sebagai berikut :
1.      Tujuan
2.      Bahan Pelajaran
3.      Kegiatan  Belajar Mengajar
4.      Metode
5.      Alat
6.      Sumber Pelajaran
7.      Evaluasi

DAFTAR PUSTAKA

Aunnurrahman, 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Gulo, W. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Grasindo.
Mujiono dan Dimyati.  1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Zain, Aswan & Syaiful Bahri Djamarah. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipt


[1] Aunnurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2010). Hal. 32.
[2]  Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, hal.38-39
[3] Dimyati dan Mujiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1999), hal. 7
[4] Ibid., hal. 41-42     
[5] Ibid., hal. 43-44
[6] Ibid.,  hal. 53
[7] W Gulo, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Grasindo, 2002), hal. 9.
[8] Aunurrahman, Loc. Cit., hal. 209.

Tidak ada komentar: