Sabtu, 17 November 2012

MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIYAH 1434 H


Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka” (Al Hadist).

                                                  
Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Sebenarnya  kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. 

Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah.

Memang kita bisa merasakan bedanya peristiwa penyambutan tahun baru Masehi dan tahun baru Islam (Hijriah). Tahun baru Islam disambut biasa-biasa saja, jauh dari suasana meriah, tidak seperti tahun baru Masehi yang disambut meriah termasuk oleh masyarakat muslim sendiri. Sebagai titik awal perkembangan Islam, seharusnya umat Islam menyambut tahun baru Islam ini dengan semarak, penuh  kesadaran sambil introspeksi, merenungkan apa yang telah dilakukan dalam kurun waktu setahun yang telah berlalu.

Dalam bahasa Arab, hijrah bisa diartikan sebagai pindah atau migrasi. Tafsiran hijrah disini diartikan sebagai awal perhitungan kalender Hijriyah, sehingga setiap tanggal 1 Muharam ditetapkan sebagi hari besar Islam. Memang, sejak hijrahnya Rasulullah ke Yatsrib, sebuah kota subur, terletak 400 kilometer dari Makkah, Islam lebih memfokuskan pada pembentukan masyarakat muslim yang tidak kampungan dibawah pimpinan Rasulullah.

Jadi inti dari peringatan tahun baru Hijriah adalah pada soal perubahan, maka ada baiknya momen pergantian tahun ini kita jadikan sebagai saat saat untuk merubah menjadi lebih baik. Itulah fungsi peringatan tahun baru Islam.

Ada 3 pesan perubahan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah ini, yaitu:

1. Hindari kebiasaan-kebiasaan lama / hal-hal yang tidak bermanfaat pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun  baru ini.

2. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, dimulai sejak tahun baru ini yang nilai pahalanya luar biasa dimata Allah SWT, seperti membiasakan shalat dhuha 2 raka’at, suka sedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, dll.

3. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya.

Hijrah Spiritual dan Hijrah Amaliah

Bagi kita umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti jijrahnya Rasul, mengingat kita sudah bertempat tinggal di negeri yang aman, di negeri yang dijamin kebebasannya untuk beragama, namun kita wajib untuk hijrah dalam makna “hijratun nafsiah” dan “hijratul amaliyah” yaitu perpindahan secara spiritual dan intelektual, perpindahan dari kekufuran kepada keimanan, dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah, perpindahan dari kebodohan kepada peningkatan ilmu, dengan mendatangi majelis-majelis ta’lim, perpindahan dari kemiskinan kepada kecukupan secara ekonomi, dengan kerja keras dan tawakal.
Pendek kata niat yang kuat untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan umat sehingga terwujud “rahmatal lil alamin” adalah tugas suci bagi umat Islam, baik secara indifidual maupun secara kelompok. Tegaknya Islam dibumi nusantara ini sangat tergantung kepada ada tidaknya semangat hijrah tersebut  dari umat Islam itu sendiri.

Semoga dalam memasuki Tahun Baru Hijriah 1434  Hijriyah ini, semangat hijrah Rasulullah SAW, tetap mengilhami jiwa kita menuju kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang, sehingga predikat yang buruk yang selama ini dialamatkan kepada umat Islam akan hilang dengan sendirinya, dan pada gilirannya kita diakui sebagai  umat yang terbaik, baik agamanya, baik kepribadiannya, baik moralnya, tinggi intelektualnya dan terpuji.

Wallahu A'lam

Kamis, 08 November 2012

9 MANFAAT TIDUR MIRING KE KANAN


Al-bara’ bin ‘azib menuturkan : Rasulullah bersabda:”Apabila kamu akan tidur,maka berwudhu lah sebagaimana wudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan…” Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya.
9 MANFAAT TIDUR MIRING KE KANAN
1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri mempersarafi segala aktiftas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak , asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian tidak dominan).

2. Mengurangi beban jantung.

Posisi tidur kesebelah kanan rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan ( bawah ). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.

Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung ebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapat pasokan darah lebih banyak dari paru-paru kiri.


3. Mengistirahatkan lambung.

Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam dan akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.

4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas
.
Adanya aliran chime lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi miring ke kanan.

5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.

Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makann yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.

6. Merangsang buang air besar (BAB)

Dengan tidur miring ke sebelah kanan , proses pengisian usus besar sigmoid ( sebelum anus ) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air Besar.

7. Mengisitirahatkan kaki kiri

Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring ke kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.

8. Menjaga kesehatan paru-paru

Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik.

9. Menjaga saluran pernafasan

Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik dan akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurang oksigen masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.


 
http://caramemilih.blogspot.com/2012/11/9-manfaat-tidur-menghadap-ke-kanan.html

Kamis, 11 Oktober 2012

MID SEMESTER 1 BID.STUDI AL-QUR’AN DAN HADITS

KELAS V ( LIMA )
  1. Al-Zalzalah berarti... 
  2. Surat  Al-Zalzalah diturunkan di kota ...      
  3. Surat Al-zalzalah juga disebut surat ... 
  4. Surat  Al-Zalzalah diturunkan sesudah surat ...   
  5. Surat Al-Zalzalah berjumlah ... 
  6.  Ayat dalam Surat Al-Zalzalah  yang menerangkan bahwa Allah akan membalas amal kebaikan walaupun sebesar biji Dzarroh adalah ... 
  7.  Arti dari ayat ke- 8 Surat Al-Zalzalah  adalah  ”Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan walau sebesar Dzarrohpun niscaya dia akan ... 
  8.  Wahyu yang  pertama diturunkan adalah surat ... 
  9.  ”Manusia berkata : Mengapa bumi ( jadi begini )  adalah arti dari ayat... 
  10.  Malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu adalah ... 
  11.  Hukum bacaan Idgham bighunnah  dalam Surat Al-Zalzalah ayat 7 berjumlah... 
  12.  Dalam  Surat Al-Zalzalah dijelaskan bahwa manusia akan dibangkitkan dalam keadaan … 
  13.  Surat Al-Adiyat diturunkan di kota … 
  14.  Surat Al-Adiyat diturunkan sesudah surat… 
  15.  Surat Al-’Adiyaat berjumlah ...  
  16.  Al-‘Adiyaat berarti …   
  17.  “Wahush-shi lamaa fish-shuduur”  adalah bunyi surat Al-Zalzalah ayat… 
  18.  Ayat ke- 5  Surat Al-‘Adiyat  berbunyi “ Fawasathna bihii… 
  19.  Dalam Surat  Al-‘Adiyat dijelaskan bahwa  manusia sangat ingkar terhadap… 
  20.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata  الإنْسَانُ  adalah … 
  21.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata  وَمَنْ يَعْمَلْ  adalah … 
  22.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata  شَرًّا يَرَهُ  adalah … 
  23.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata ضَبْحًا  adalah … .  
  24.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata  رَبَّهُمْ بِهِمْ  adalah … 
  25.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata  وَإِنَّهُ  adalah … 
 
Isilah titik-titik berikut ini sesuai dengan teks Surat Al-Zalzalah baik dan benar !  ( boleh menggunakan tulisan bahasa Indonesia )

إِذَا زُلْزِلَتِ   …زِلْزَالَهَا  وَأَخْرَجَتِ الأرْضُ   … وَقَالَ الإنْسَانُ مَا لَهَا     … بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا  يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ  … أَعْمَالَهُمْ   فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ  …  وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Jawaban :
1.      _______________________                     4.     ________________________
2.      _______________________                     5.     ________________________
3.      _______________________



Berikut ini adalah teks Surat Al-‘Adiyaat yang di tulis secara acak , perhatikan setiap katanya lalu jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menuliskan secara sempurna sesuai dengan ayat yang diminta  !

   فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا - فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا- وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا - إِنَّ الإنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ -  وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ -أَفَلا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ - وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ- فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا -إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ- وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ- فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا
1.      Ayat ke-1  :    __________________________________________________
2.      Ayat ke-3  :    ___________________________________________________
3.      Ayat ke-6  :    ___________________________________________________
4.      Ayat ke-7  :    ___________________________________________________
5.      Ayat ke-11  :   ___________________________________________________


KELAS VI ( ENAM )   
                                

  1. Al-qadr  berarti...  
  2.  Surat  Al-Qadr  diturunkan di kota ...  
  3.  Surat  Al-Qadr diturunkan sesudah surat ... 
  4.  Surat Al-Qadr berjumlah ... 
  5.  Ayat dalam Surat Al-Qadr  yang menerangkan bahwa malam kemuliaan lebih baik dari 1000 bulan adalah ...  
  6.  Arti dari ayat ke- 3 Surat Al-Qadr   ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur... 
  7.  Wahyu yang  pertama diturunkan adalah surat ... 
  8.  Dalam ayat ke-1 surat Al-Qadr terdapat Mad ... 
  9.  Malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu adalah ... 
  10.  Mad Wajib Muttashil dalam Surat Al-Qadr terdapat pada ayat... 
  11.  Dalam  Surat Al-Qadr Allah menjelaskan tentang … 
  12.  Surat At-Tin  diturunkan di kota … 
  13.  Surat At-Tin  diturunkan sesudah surat… 
  14.  Surat At-Tin  berjumlah ...     
  15.  At-Tin  berarti …    
  16.  Yang dimaksud dalam ayat  “Wa haadzal baladil amiin” adalah kota … 
  17.  “Tsumma Rodadnaahu asfala saafiliin “ adalah bunyi surat At-Tiin ayat… 
  18.  Ayat ke- 7  Surat At-Tin  berbunyi “ Famaa yukadz-dzibuka ba’du … 
  19.  Dalam Surat  At-Tin  dijelaskan bahwa Allah adalah Hakim Yang… 
  20.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata خَيْرٌ مِنْ  adalah … 
  21.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata  مِنْ كُلِّ     adalah … 
  22.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata  مِنْ أَلْفِ adalah … 
  23.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata فَلَهُمْ أَجْرٌ  adalah … 
  24.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata  أَجْرٌ غَيْرُ        adalah … 
  25.  Hukum bacaan yang terdapat dalam kata  رَدَدْنَاهُ  adalah …

Isilah titik-titik berikut ini sesuai dengan teks Surat Al-Qadr dengan  baik dan benar !  ( boleh menggunakan tulisan bahasa Indonesia )

إِنَّا  .......فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَاكَ ....لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ .....مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣)تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا ......رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤)سَلامٌ هِيَ  .....مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)
Jawaban :
1.      ___________________                   4.     _________________________
2.      ___________________                   5.     _________________________
3.      ___________________


Perhatikan dengan cermat ayat tersebut di atas, kemudian jawablah pertanyaan berikut dengan benar !

 (٣٠)وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ (٣١)وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلاءِ لَضَالُّونَ (٣٢)وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ (٣٣)فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ (٣٤)عَلَى الأرَائِكِ يَنْظُرُونَ (٣٥)

1.      Ada berapakah Mad Jaiz Munfashil pada ayat di atas ?                     _____________
2.      Ada berapakah Mad Wajib Muttashil pada ayat di atas ?                   _____________
3.      Ada berapakah Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi pada ayat di atas ?    ______________